Kamis, 12 Juli 2018

Sistem Pengendalian Manajemen


Bab 1

Pengertian Sistem Pengendalian Manajemen

Sistem pengendalian manajemen merupakan suatu alat dari alat lainya sebagai implementasi strategi yang fungsinya sebagai motivasi anggota-angota organisasi untuk meraih tujuan organisasi.

Karakteristik Sistem Pengendalian Manajemen

Sistem pengendalian manajemen dibuat dalam sebuah organisasi, untuk itu harus memenuhi beberapa karakteristik berikut ini:
  • Sistem pengendalian manajemen diharuskan untuk selaras dengan strategi dan tujuan organisasi
  • Sistem kontrol manajemen harus dibuat dengan sesuai struktur organisasi dan bertanggung jawah dalam pengambilan keputusan manajer individual
  • Sistem pengendalian manajemen harus efektif yang memotivasi seorang manajer dan karyawan untuk berusaha ke arah pencapaian tujuan organisasi dengan cara berbagai penghargaan berhubungan dengan pencapaian tujuan tersebut.

Pengendalian Manajemen


Pengendalian Manajemen merupakan suatu proses dimana manajer mempengaruhi anggota-anggota organisasi untuk mengimplementasikan strategi-strategi organisasi.

 

Kegiatan Pengendalian Manajemen


Pengendalian Manajemen melibatkan beberapa kegiatan yang meliputi :
·         Perencanaan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh organisasi
·         Melakukan kordinasi beberapa kegiatan yang berbeda dalam oganisasi
·         Melakukan komunikasi informasi
·         Melakukan evaluasi terhadap informasi-informasi
·         Menentukan tindakan-tindakan yang harus diambil
·         Mempengaruhi orang untuk merubah perilaku kerja.
Pengendalian manajemen tidak berarti semua kegiatan harus terkait dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya, seperti budget. Rencana-rencana tersebut didasarkan kepada kondisi-kondisi yang dipercaya ada pada saat diformulasikan rencana tersebut. Apabila pada saat implementasi terjadi perubahan kondisi, maka kegiatan-kegiatan yang didasarkan kepada rencana tersebut menjadi tidak sesuai.Pengendalian manajamen harus dapat menganisipasi kondisi-kondis yang akan datang untuk memastikan tercapainya sasaran perusahaan.Apabila manajer menemukan pendekatan yang lebih baik, pengendalian manajemen tidak boleh mengganggu jalannya proses implementasi.

Keselarasan Tujuan


Keselarasan tujuan berarti bahwa sebisa mungkin tujuan dari setiap individu dalam organisasi harus sejalan dan konsisten dengan tujuan organisasinya. Sistem pengendalian manajemen harus didesain dan dioperasikan sesuai dengan prinsip keselarasan tujuan.

 

Perangkat Untuk Menerapkan Strategi


Pengendalian manajemen merupakan satu-satunya alat bantu yang dapat digunakan oleh manajer pada saat melakukan implementasi strategi. Strategi juga diimplementasikan melalui struktur organisasi, pengelolaan sumber daya manusia dan juga budaya perusahaan.

Struktur organisasi menentukan peran, hubungan pelaporan dan tanggung jawab yang menentukan proses pembuatan keputusan dalam suatu organisasi. Pengelolaan sumber daya manusia berhubungan dengan proses seleksi, pelatihan, evaluasi, promosi dan terminasi karyaan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk melakukan eksekusi strategi perusahaan.

 

Penekanan Pada Aspek Keuangan dan Non Keuangan


Sistem Pengendalian Manajemen mencakup mncapaiengukur kinerja baik Keuangan maupun non keuangan. Aspek keuangan meliputi net income, return on equity dan sebagainya sementara sasaran non keuangan meliputi kualitas produk, pangsa pasar, kepuasan konsumen, pengiriman tepat waktu dan moral karyawan.

 

Alat Bantu Dalam Pembentukan Strategi Baru


Fungsi utama dari pengendalian manajemen adalah unuk meyakinkan terseksekusinya strategi yang telah dipilih. Namun dalam kondisi saat ini dimana perubahan terjadi dengan sangat cepat informasi yang diperoleh dari pengendalian manajemen terutama untuk faktor-faktor non keuangan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan bagi strategi yang baru.

 

Formulasi Strategi


Formulasi strategi merupakan proses penentuan tujuan (goal) organisasi serta strategi-strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Tujuan (goal) tidak mempunyai batasan waktu. Mereka tetap ada sampai dilakukannya perubahan. banyak perusahaan yang menetapakan tingkat Return on Investment (ROI) yang memuaskan sebagai tujuan (goal) dari organisasinya namun banyak juga perusahaan yang menetapkan pencapaian pangsa pasar yang besar sebagai tujuan dari organisasinya.

Strategi merupakan suatu perencanaan yang penting yang menunjukan arah organisasi yang diinginkan oleh senior manajemen.
Kebutuhan terhadap formulasi strategi biasanya timbul sebagai respon dari adanya ancaman (threat), kesempatan (opportunity).

Seorang CEO baru biasanya mempunyai pandangan yang berbeda terhadap ancaman dan kesempatan yang dihadapi oleh suatu perusahaan, oleh karena itu setiap terjadi pergantian CEO biasanya terjadi pula perubahan atau pergantian strategi perusahaan.

Strategi untuk menangani ancaman atau kesempatan dapat muncul dari semua bagian organisasi dan tidak mempunyai batasan waktu. Ide baru tidak semata-mata muncul dari bagian Riset dan Pengembangan atau dari staf kantor pusat. Pada dasarnya setiap orang dapat menyumbangkan ide-ide terbaik yang setelah mengalami proses analisa dan diskusi dapat menjadi dasar dari suatu strategi baru.


Tanggung jawab untuk malakukan formulasi strategi tidak boleh dibebankan kepada orang atau suatu unit organisasi tertentu.

Perbedaan antara Formulasi Strategi dan Pengendalian Manajemen.

 

Formulasi strategi merupakan proses untu menentukan atau memutuskan strategi-strategi baru, sementara Pengendalian Manajemen merupakan proses implementasi dari strategi-strategi yang telah ditentukan.

Dari kacamata desain sistem, proses formulasi strategi merupakan proses yang pada dasarnya tidak sistematik, sementara pengendalian manajemen merupakan proses yang lebih sistematik. Ancaman, kesempatan dan ide-ide baru tidak terjadi dalam suatu interval waktu tertentu sehingga keputusan strategic manajemen dapat terjadi kapanpun.

Analisa dari suatu ajuan strategi biasanya hanya melibatkan beberapa orang staff, sementara pengendalian manajemen melibatkan semua unsur manajer serta staff nya di semua tingkatan jabatan.

Pengendalian Tugas (Task Control)


Pengendalian Tugas (Task Control) merupakan proses untuk memastikan bahwa tugas-tugas yang dilakukan berjalan secara efektif dan efisien.

Pengendalian tugas berkaitan dengan kinerja dari individual yang melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam proses pengendalian manajemen.

Pengendalan tugas seringkali merupakan proses monitoring untuk memastikan diikutinya aturan-aturan yang telah ditetapkan, fungsi yang kadangkala tidak memerlukan kehadiran manusia. Fungsi ini dilakukan oleh perangkat-perangkat bantu seperti sistem komputer, robot maupun perangkat lainnya.

Banyak kegiatan pengendalian tugas merupakan kegiatan yang scientific artinya keputusan yang optimal atau tindakan-tindakan yang tepat untuk melakukan tindakan pengendalian dapat diperkirakan dalam batas-batas yang dapat diterima.

Hampir semua informasi yang terdapat dalam suatu organisasi merupakan informasi pengendalian tugas. Jumlah barang yang dipesan oleh pelanggan, jumlah bahan yang digunakan dalam proses produksi, Jumlah jam kerja karyawan, dan jumlah pengeluaran kas. Kemudian kegiatan-kegiatan utama dari suatu organisasi seperti pengadaan, penjadwalan, pemasukan order, logistik, pengendalian kualitas dan manajemen kas merupakan contoh dari sistem pengendalian tugas. Sebagian dari kegiatan-kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang sulit dan rumit.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar