Bab 1
Pengertian Sistem Pengendalian
Manajemen
Sistem pengendalian manajemen merupakan suatu alat dari alat lainya sebagai
implementasi strategi yang fungsinya sebagai motivasi anggota-angota organisasi
untuk meraih tujuan organisasi.
Karakteristik
Sistem Pengendalian Manajemen
Sistem pengendalian manajemen
dibuat dalam sebuah organisasi, untuk itu harus memenuhi beberapa karakteristik
berikut ini:
- Sistem pengendalian manajemen diharuskan untuk
selaras dengan strategi dan tujuan organisasi
- Sistem kontrol manajemen harus dibuat dengan
sesuai struktur organisasi dan bertanggung jawah dalam pengambilan
keputusan manajer individual
- Sistem pengendalian manajemen harus efektif
yang memotivasi seorang manajer dan karyawan untuk berusaha ke arah
pencapaian tujuan organisasi dengan cara berbagai penghargaan berhubungan
dengan pencapaian tujuan tersebut.
Pengendalian
Manajemen
Pengendalian Manajemen merupakan suatu proses dimana manajer mempengaruhi anggota-anggota organisasi untuk mengimplementasikan strategi-strategi organisasi.
Kegiatan
Pengendalian Manajemen
Pengendalian Manajemen melibatkan beberapa kegiatan yang meliputi :
·
Perencanaan kegiatan-kegiatan yang harus
dilakukan oleh organisasi
·
Melakukan kordinasi beberapa kegiatan
yang berbeda dalam oganisasi
·
Melakukan komunikasi informasi
·
Melakukan evaluasi terhadap
informasi-informasi
·
Menentukan tindakan-tindakan yang harus
diambil
·
Mempengaruhi orang untuk merubah
perilaku kerja.
Pengendalian manajemen
tidak berarti semua kegiatan harus terkait dengan rencana yang telah ditentukan
sebelumnya, seperti budget. Rencana-rencana tersebut didasarkan kepada
kondisi-kondisi yang dipercaya ada pada saat diformulasikan rencana tersebut.
Apabila pada saat implementasi terjadi perubahan kondisi, maka
kegiatan-kegiatan yang didasarkan kepada rencana tersebut menjadi tidak
sesuai.Pengendalian manajamen harus dapat menganisipasi kondisi-kondis yang
akan datang untuk memastikan tercapainya sasaran perusahaan.Apabila manajer
menemukan pendekatan yang lebih baik, pengendalian manajemen tidak boleh
mengganggu jalannya proses implementasi.
Keselarasan
Tujuan
Keselarasan tujuan berarti bahwa sebisa mungkin tujuan dari setiap individu dalam organisasi harus sejalan dan konsisten dengan tujuan organisasinya. Sistem pengendalian manajemen harus didesain dan dioperasikan sesuai dengan prinsip keselarasan tujuan.
Perangkat
Untuk Menerapkan Strategi
Pengendalian manajemen merupakan satu-satunya alat bantu yang dapat digunakan oleh manajer pada saat melakukan implementasi strategi. Strategi juga diimplementasikan melalui struktur organisasi, pengelolaan sumber daya manusia dan juga budaya perusahaan.
Struktur
organisasi menentukan peran, hubungan pelaporan dan tanggung jawab yang
menentukan proses pembuatan keputusan dalam suatu organisasi. Pengelolaan
sumber daya manusia berhubungan dengan proses seleksi, pelatihan, evaluasi,
promosi dan terminasi karyaan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan
keahlian yang diperlukan untuk melakukan eksekusi strategi perusahaan.
Penekanan
Pada Aspek Keuangan dan Non Keuangan
Sistem Pengendalian Manajemen mencakup mncapaiengukur kinerja baik Keuangan maupun non keuangan. Aspek keuangan meliputi net income, return on equity dan sebagainya sementara sasaran non keuangan meliputi kualitas produk, pangsa pasar, kepuasan konsumen, pengiriman tepat waktu dan moral karyawan.
Alat
Bantu Dalam Pembentukan Strategi Baru
Fungsi utama dari pengendalian manajemen adalah unuk meyakinkan terseksekusinya strategi yang telah dipilih. Namun dalam kondisi saat ini dimana perubahan terjadi dengan sangat cepat informasi yang diperoleh dari pengendalian manajemen terutama untuk faktor-faktor non keuangan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan bagi strategi yang baru.
Formulasi
Strategi
Formulasi
strategi merupakan proses penentuan tujuan (goal) organisasi serta
strategi-strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Tujuan
(goal) tidak mempunyai batasan waktu. Mereka tetap ada sampai dilakukannya
perubahan. banyak perusahaan yang menetapakan tingkat Return on Investment
(ROI) yang memuaskan sebagai tujuan (goal) dari organisasinya namun banyak juga
perusahaan yang menetapkan pencapaian pangsa pasar yang besar sebagai tujuan
dari organisasinya.
Strategi merupakan suatu perencanaan yang penting yang menunjukan arah organisasi yang diinginkan oleh senior manajemen.
Kebutuhan
terhadap formulasi strategi biasanya timbul sebagai respon dari adanya ancaman
(threat), kesempatan (opportunity).
Seorang
CEO baru biasanya mempunyai pandangan yang berbeda terhadap ancaman dan
kesempatan yang dihadapi oleh suatu perusahaan, oleh karena itu setiap terjadi
pergantian CEO biasanya terjadi pula perubahan atau pergantian strategi
perusahaan.
Strategi untuk menangani ancaman atau kesempatan dapat muncul dari semua bagian
organisasi dan tidak mempunyai batasan waktu. Ide baru tidak semata-mata muncul
dari bagian Riset dan Pengembangan atau dari staf kantor pusat. Pada dasarnya
setiap orang dapat menyumbangkan ide-ide terbaik yang setelah mengalami proses
analisa dan diskusi dapat menjadi dasar dari suatu strategi baru.
Tanggung jawab untuk malakukan formulasi strategi tidak boleh dibebankan kepada
orang atau suatu unit organisasi tertentu.
Perbedaan
antara Formulasi Strategi dan Pengendalian Manajemen.
Formulasi strategi merupakan proses untu
menentukan atau memutuskan strategi-strategi baru, sementara Pengendalian
Manajemen merupakan proses implementasi dari strategi-strategi yang telah
ditentukan.
Dari kacamata desain sistem, proses formulasi strategi merupakan proses yang pada dasarnya tidak sistematik, sementara pengendalian manajemen merupakan proses yang lebih sistematik. Ancaman, kesempatan dan ide-ide baru tidak terjadi dalam suatu interval waktu tertentu sehingga keputusan strategic manajemen dapat terjadi kapanpun.
Analisa dari suatu ajuan strategi biasanya hanya melibatkan beberapa orang staff, sementara pengendalian manajemen melibatkan semua unsur manajer serta staff nya di semua tingkatan jabatan.
Dari kacamata desain sistem, proses formulasi strategi merupakan proses yang pada dasarnya tidak sistematik, sementara pengendalian manajemen merupakan proses yang lebih sistematik. Ancaman, kesempatan dan ide-ide baru tidak terjadi dalam suatu interval waktu tertentu sehingga keputusan strategic manajemen dapat terjadi kapanpun.
Analisa dari suatu ajuan strategi biasanya hanya melibatkan beberapa orang staff, sementara pengendalian manajemen melibatkan semua unsur manajer serta staff nya di semua tingkatan jabatan.
Pengendalian
Tugas (Task Control)
Pengendalian Tugas (Task Control) merupakan proses untuk memastikan bahwa tugas-tugas yang dilakukan berjalan secara efektif dan efisien.
Pengendalian tugas berkaitan dengan kinerja dari individual yang melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam proses pengendalian manajemen.
Pengendalan tugas seringkali merupakan proses monitoring untuk memastikan diikutinya aturan-aturan yang telah ditetapkan, fungsi yang kadangkala tidak memerlukan kehadiran manusia. Fungsi ini dilakukan oleh perangkat-perangkat bantu seperti sistem komputer, robot maupun perangkat lainnya.
Banyak kegiatan pengendalian tugas merupakan kegiatan yang scientific artinya keputusan yang optimal atau tindakan-tindakan yang tepat untuk melakukan tindakan pengendalian dapat diperkirakan dalam batas-batas yang dapat diterima.
Hampir semua informasi yang terdapat dalam suatu organisasi merupakan informasi pengendalian tugas. Jumlah barang yang dipesan oleh pelanggan, jumlah bahan yang digunakan dalam proses produksi, Jumlah jam kerja karyawan, dan jumlah pengeluaran kas. Kemudian kegiatan-kegiatan utama dari suatu organisasi seperti pengadaan, penjadwalan, pemasukan order, logistik, pengendalian kualitas dan manajemen kas merupakan contoh dari sistem pengendalian tugas. Sebagian dari kegiatan-kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang sulit dan rumit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar