Kamis, 12 Juli 2018


Bab 3
PERILAKU INDUVIDU DALAM ORGANISASI SEBAGAI LINGKUNGAN UTAMA DALAM IMPLEMENTASI SPM
A.    Pengertian Perilaku Dalam Organisasi
Perilaku organisasi adalah bidang studi yang mempelajari pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok, dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas suatu organisasi.
B.     Tujuan Perusahaan
1.      Profitabilitas
Dalam bisnis, kapasitas untuk menghasilkan laba biasanya merupakan tujuan yang paling penting. Kapasitas untuk menghasilkan laba ditunjukkan dalam arti yang luas dan konsepsional, dalam persamaan yang merupakan produk dari dua rasio.
2.      Memaksimalkan Nilai Pemegang Saham
Istilah memaksimalkan artinya adalah selalu ada cara untuk mendapatkan jumlah maksimum yang dapat dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Memaksimalkan laba mensyaratkan bahwa biaya-biaya marjinal dan kurva permintaan harus dikalkulasi.
3.      Resiko
Upaya sebuah organisasi perusahaan untuk meningkatkan kemampuannya dalam meraih laba sangat dipengaruhi oleh kemampuan pihak manajemen untuk mengambil resiko. Tingkat resiko sangat bervariasi disesuaikan dengan masing-masing orang di jajaran manajemen. Akan tetapi selalu ada batas maksimum sejumlah organisasi perusahaan secara terang-terangan menyatakan bahwa tanggung jawab utama manajer adalah menjaga aset-aset utama perusahaan, dimana kemampuan perusahaan untuk meningkatkan laba hanya menjadi tujuan sekunder.
4.      Pendekatan Multiple Stakeholder
Organisasi-organisasi perusahaan terlibat dalam tiga jenis pasar, yaitu : pasar modal, pasar produk, dan pasar faktor. Sebuah perusahaan mencari dana melalui pasar modal, dimana para pemegang saham publik merupakan konstituennya yang sangat penting.
C.    Sistem Pengendalian Formal
Sistem di dalam organisasi diklasifikasikan:
  1. Sistem pengendalian manajemen
  2. Aturan-aturan
            Seperangkat tulisan yang memuat semua jenis instruksi dan pengendalian, termasuk di dalamnya adalah instruksi jabatan, pembagian kerja, prosedur standar operasi, panduan-panduan, petunjuk pelaksanaan dan kode etik, dan tuntutan etis. Peraturan yang dibuat harus bisa membuat semua karyawan bisa mematuhi semua peraturan tersebut. 
            Bentuk aturan:
      Pengendalian fisik ; penjaga keamanan, kunci gudang, dll.
      Manual ; aturan tertulis.
      Pengamanan sistem ; pemeriksaan silang secara terinci, pembubuhan tanda tangan, dll.
      Sistem pengendalian tugas ; dikendalikan dengan peraturan-peraturan.
Beberapa bentuk dari peraturan seperti yang telah disebutkan dapat dijelaskan sebagai berikut :
¨      Pengendalian secara fisik ( physical control )
Contoh : penjaga keamanan,password di computer,TV monitor, atau alat lain yang mengawasi setiap orang.
¨      Petunjuk pelaksanaan ( manual )
Contoh : cara pengerjaan dalam menjalankan mesin
¨      System pengamanan ( safeguard system )
Cross-check terhadap bulti transaksi seperti memberi tanda tangan otorisasi setiap unit penjualan dan pembelian.
¨      System pengendalian tugas ( task control system )
Contoh : melakukan pengecekan dan monitoring untuk menyakinkan bahwa setiap produk itu sudah melewati uji kelayakan.

D.     Fungsi Controller
Controller adalah orang yang bertugas merancang, mengoperasikan dan mengawasi kegiatan untuk menjamin keberhasilan system pengendalian manajemen kearah pencapaian tujuan.
Fungsi controller :
a.    Merancang, menjalankan informasi dan mengawasi system.
b.    Menyiapkan laporan keuangan dan pelaporan keuangan kepada pemegang saham.
c.    Menyiapkan dan menganalisis prestasi dan membantu pimpinan untuk memahami laporan, menganalisis proposal, anggaran dan program, mengkoordinasi rencana anggaran masing-masing untuk dijadikan rencana anggaran tahunan.
d.   Mengawasi prosedur internal dan eksternal audit untuk mencapai validitas data.
e.    Membantu mengembangkan kemampuan masing-masing orang dengan cara pelatihan yang berhubungan dengan fungsi controller.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar