Bab
3
PERILAKU
INDUVIDU DALAM ORGANISASI SEBAGAI LINGKUNGAN UTAMA DALAM IMPLEMENTASI SPM
A.
Pengertian
Perilaku Dalam Organisasi
Perilaku
organisasi adalah bidang studi yang
mempelajari pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok, dan struktur
terhadap perilaku dalam organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan
efektifitas suatu organisasi.
B. Tujuan Perusahaan
1.
Profitabilitas
Dalam
bisnis, kapasitas untuk menghasilkan laba biasanya merupakan tujuan yang paling
penting. Kapasitas untuk menghasilkan laba ditunjukkan dalam arti yang luas dan
konsepsional, dalam persamaan yang merupakan produk dari dua rasio.
2.
Memaksimalkan
Nilai Pemegang Saham
Istilah
memaksimalkan artinya adalah selalu ada cara untuk mendapatkan jumlah maksimum
yang dapat dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Memaksimalkan laba mensyaratkan
bahwa biaya-biaya marjinal dan kurva permintaan harus dikalkulasi.
3.
Resiko
Upaya sebuah
organisasi perusahaan untuk meningkatkan kemampuannya dalam meraih laba sangat
dipengaruhi oleh kemampuan pihak manajemen untuk mengambil resiko. Tingkat
resiko sangat bervariasi disesuaikan dengan masing-masing orang di jajaran
manajemen. Akan tetapi selalu ada batas maksimum sejumlah organisasi perusahaan
secara terang-terangan menyatakan bahwa tanggung jawab utama manajer adalah
menjaga aset-aset utama perusahaan, dimana kemampuan perusahaan untuk
meningkatkan laba hanya menjadi tujuan sekunder.
4.
Pendekatan
Multiple Stakeholder
Organisasi-organisasi
perusahaan terlibat dalam tiga jenis pasar, yaitu : pasar modal, pasar
produk, dan pasar faktor. Sebuah perusahaan mencari dana melalui pasar
modal, dimana para pemegang saham publik merupakan konstituennya yang sangat
penting.
C. Sistem Pengendalian Formal
Sistem di dalam organisasi diklasifikasikan:
- Sistem pengendalian manajemen
- Aturan-aturan
Seperangkat tulisan yang memuat semua jenis instruksi dan pengendalian,
termasuk di dalamnya adalah instruksi jabatan, pembagian kerja, prosedur
standar operasi, panduan-panduan, petunjuk pelaksanaan dan kode etik, dan
tuntutan etis. Peraturan yang dibuat harus bisa membuat semua karyawan bisa
mematuhi semua peraturan tersebut.
Bentuk aturan:
• Pengendalian
fisik ; penjaga keamanan, kunci gudang, dll.
• Manual ;
aturan tertulis.
• Pengamanan
sistem ; pemeriksaan silang secara terinci, pembubuhan tanda tangan, dll.
• Sistem
pengendalian tugas ; dikendalikan dengan peraturan-peraturan.
Beberapa bentuk dari peraturan seperti yang telah
disebutkan dapat dijelaskan sebagai berikut :
¨ Pengendalian
secara fisik ( physical control )
Contoh :
penjaga keamanan,password di computer,TV monitor, atau alat lain yang mengawasi
setiap orang.
¨ Petunjuk
pelaksanaan ( manual )
Contoh : cara pengerjaan dalam menjalankan mesin
¨ System
pengamanan ( safeguard system )
Cross-check
terhadap bulti transaksi seperti memberi tanda tangan otorisasi setiap unit
penjualan dan pembelian.
¨ System
pengendalian tugas ( task control system )
Contoh :
melakukan pengecekan dan monitoring untuk menyakinkan bahwa setiap produk itu
sudah melewati uji kelayakan.
D.
Fungsi
Controller
Controller
adalah orang yang bertugas merancang, mengoperasikan dan mengawasi kegiatan
untuk menjamin keberhasilan system pengendalian manajemen kearah pencapaian
tujuan.
Fungsi
controller :
a.
Merancang,
menjalankan informasi dan mengawasi system.
b.
Menyiapkan
laporan keuangan dan pelaporan keuangan kepada pemegang saham.
c.
Menyiapkan
dan menganalisis prestasi dan membantu pimpinan untuk memahami laporan,
menganalisis proposal, anggaran dan program, mengkoordinasi rencana anggaran
masing-masing untuk dijadikan rencana anggaran tahunan.
d.
Mengawasi
prosedur internal dan eksternal audit untuk mencapai validitas data.
e.
Membantu
mengembangkan kemampuan masing-masing orang dengan cara pelatihan yang
berhubungan dengan fungsi controller.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar