Kamis, 12 Juli 2018

organisasi jasa


Bab 14
Organisasi jasa
1.      Organisasi Jasa Secara Umum
Karakteristiknya yaitu :
1.      Ketiadaan persediaan penyangga. Jasa tidak dapat disimpan. Perusahaan jasa harus mencoba untuk meminimalkan kapasitasnya yang tidak terpakai dengan dua cara yaitu (1) organisasi tersebut mencoba untuk meningkatkan permintaan selama periode sepi dengan usaha pemsaran dan konsesi barang, (2) jika memungkinkan, organisasi jasa menyesuaikan jumlah tenaga kerja untuk mengantisipasi permintaan dengan tindakan-tindakan, seperti menjadwalkan aktivitas pelatihan pada periode sepi dan mengompensasi jam kerja yang panjang selama periode sibuk dengan waktu libur di kemudian hari.
2.      Kesulitan dalam mengendalikan kualitas. Perusahaan jasa tidak dapat menilai kualitas produk sampai pada saat jasanya diserahkan, dan penilaian tersebut bersifat subjektif.
3.      Padat karya. Perusahaan jasa tidak dapat menambah peralatan dan mengotomatisasi lini produksi.
4.      Organisasi multi-unit. Beberapa organisasi jasa mengoperasikan banyak unit di berbagai lokasi, dimana setiap unit adalah relatif kecil. Kesamaan dari unit-unit yang terpisah memberikan dasar yang umum untuk menganalisis anggaran dan mengevaluasi kinerja.

2.      Organisasi Jasa Profesional
Karakteristiknya adalah :
1.      Sasaran. Memiliki relatif sedikit aktiva yang berwujud, aktiva utamanya adalah ketrampilan dari staf profesionalnya, yang tidak muncul di neraca perusahaan. Oleh karena itu, tingkat pengembalian atas aktiva yang digunakan tidak berarti dalam organisasi semacam itu. Sasaran keuangan mereka adalah untuk memberikan kompensasi yang memadai kepada para profesional tersebut. Sasaran yang terkait adalah meningkatkan ukuran organisasi.
2.      Profesional. Karyawannya adalah orang-orang khusus. Banyak profesional lebih menyukai bekerja secara independen daripada sebagai bagian dari suatu tim.
3.      Pengukuran input dan output. Output dari organisasi profesional tidak dapat diukur dengan ukuran fisik. Pekerjaan yang dilakukan oleh banyak profesional bersifat tidak repetitif, hal ini membuat sulit untuk merencanakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas, menetapkan standar yang memadai bagi kinerja tugas, dan menilai seberapa memuaskan kinerja tersebut.
4.      Perusahaan kecil. Organisasi profesional biasanya relatif kecil dan beroperasi di satu lokasi saja, dan lebih sedikit kebutuhan akan pengendalian manajemen yang canggih.
5.      Pemasaran. Tidak terdapat garis pemisah yang jelas antara aktivitas pemasaran dengan aktivitas produksi.

Karakteristik sistem pengendalian manajemen organisasi profesional adalah :
1.      Penentuan harga. Harga jual dari pekerjaan ditetapkan dengan cara tradisional.
2.      Pusat laba dan penetapan harga transfer. Membebankan layanan yang mereka berikan ke unit yang mengkonsumsi layanan tersebut.
3.      Perencanaan strategis dan penyusunan anggaran. Sistem perencanaan strategis formalnya tidak berkembang sebaik perusahaan manufaktur. Organisasi profesional tidak memiliki kebutuhan yang besar akan sistem semacam itu.
4.      Pengendalian operasi. Membutuhkan banyak perhatian yang harus dicurahkan pada penjadwalan waktu profesional. Pengendalian hanya difokuskan pada proyek saja.
5.      Pengukuran dan penilaian kinerja. Anggaran dapat digunakan sebagai dasar untuk mengukur kinerja biaya dan waktu akrual yang digunakan dapat dibandingkan dengan waktu yang direncanakan.

3.      Organisasi Jasa Keuangan
Karakteristik khususnya adalah :
1.      Aktiva moneter. Kebanyakan aktiva dari perusahaan jasa keuangan bersifat moneter. Nilai sekarang dari aktiva moneter adalah jauh lebih mudah untuk diukur dibandingkan dengan nilai pabrik dan aktiva fisik lainnya, atau paten dan aktiva tidak berwujud lainnya.
2.      Jangka waktu transaksi. Pengendalian memerlukan pengawasan yang berkalnjutan atas kelayakan dari transaksi selama jangka waktu hidupnya, termasuk audit periodik atas semua pinjaman yang beredar.
3.      Imbalan dan risiko. Banyak perusahaan jasa keuangan bergerak dalam bisnis yang menerima risiko sebagai ganti atas imbalan yang diperoleh.
4.      Teknologi. Perusahaan jasa keuangan telah menggunakan teknologi informasi sebagai suatu cara untuk menawarkan layanan yang inovatif.
2.      Organisasi Perawatan Kesehatan
Karakteristik khususnya adalah :
1.      Masalah sosial yang sulit. Sistem pemberian pelayanan kesehatan sekarang tidak berjalan secara memadai.
2.      Perubahan dalam bauran penyedia layanan. Dalam kenaikan keseluruhan dari biaya layanan kesehatan, perubahan yang signifikan telah terjadi dalam cara dimana pelayanan kesehatan diberikan dan, akibatnya, dalam kelayakan jenis tertentu dari penyedia layanan.
3.      Pembayar pihak ketiga. Semakin banyak organisasi pemeliharaan kesehatan yang menyediakan layanan medis kepada karyawan.
4.      Profesional. Para manajer departemental biasanya adalah profesional yang fungsi manajemennya hanya bersifat paruh waktu.
5.      Pentingnya pengendalian kualitas. Industri layanan kesehatan berurusan dengan nyawa manusia, jadi kuaalitas layanan yang diberikannya merupakan hal yang paling penting.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar