Bab
14
Organisasi
jasa
1. Organisasi
Jasa Secara Umum
Karakteristiknya yaitu :
1. Ketiadaan
persediaan penyangga. Jasa tidak dapat disimpan. Perusahaan jasa harus mencoba
untuk meminimalkan kapasitasnya yang tidak terpakai dengan dua cara yaitu (1)
organisasi tersebut mencoba untuk meningkatkan permintaan selama periode sepi
dengan usaha pemsaran dan konsesi barang, (2) jika memungkinkan, organisasi
jasa menyesuaikan jumlah tenaga kerja untuk mengantisipasi permintaan dengan
tindakan-tindakan, seperti menjadwalkan aktivitas pelatihan pada periode sepi
dan mengompensasi jam kerja yang panjang selama periode sibuk dengan waktu
libur di kemudian hari.
2. Kesulitan
dalam mengendalikan kualitas. Perusahaan jasa tidak dapat menilai kualitas
produk sampai pada saat jasanya diserahkan, dan penilaian tersebut bersifat
subjektif.
3. Padat
karya. Perusahaan jasa tidak dapat menambah peralatan dan mengotomatisasi lini
produksi.
4. Organisasi
multi-unit. Beberapa organisasi jasa mengoperasikan banyak unit di berbagai
lokasi, dimana setiap unit adalah relatif kecil. Kesamaan dari unit-unit yang
terpisah memberikan dasar yang umum untuk menganalisis anggaran dan
mengevaluasi kinerja.
2. Organisasi
Jasa Profesional
Karakteristiknya adalah :
1. Sasaran.
Memiliki relatif sedikit aktiva yang berwujud, aktiva utamanya adalah
ketrampilan dari staf profesionalnya, yang tidak muncul di neraca perusahaan.
Oleh karena itu, tingkat pengembalian atas aktiva yang digunakan tidak berarti
dalam organisasi semacam itu. Sasaran
keuangan mereka adalah untuk memberikan kompensasi yang memadai kepada para
profesional tersebut. Sasaran yang terkait adalah meningkatkan ukuran
organisasi.
2. Profesional. Karyawannya adalah
orang-orang khusus. Banyak profesional lebih menyukai bekerja secara independen
daripada sebagai bagian dari suatu tim.
3. Pengukuran input dan output. Output dari
organisasi profesional tidak dapat diukur dengan ukuran fisik. Pekerjaan yang
dilakukan oleh banyak profesional bersifat tidak repetitif, hal ini membuat
sulit untuk merencanakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas,
menetapkan standar yang memadai bagi kinerja tugas, dan menilai seberapa
memuaskan kinerja tersebut.
4. Perusahaan kecil. Organisasi profesional
biasanya relatif kecil dan beroperasi di satu lokasi saja, dan lebih sedikit
kebutuhan akan pengendalian manajemen yang canggih.
5. Pemasaran. Tidak terdapat garis pemisah
yang jelas antara aktivitas pemasaran dengan aktivitas produksi.
Karakteristik sistem pengendalian manajemen organisasi profesional adalah :
1. Penentuan harga. Harga jual dari pekerjaan ditetapkan dengan cara
tradisional.
2.
Pusat
laba dan penetapan harga transfer. Membebankan layanan yang mereka berikan ke
unit yang mengkonsumsi layanan tersebut.
3. Perencanaan strategis dan penyusunan
anggaran. Sistem perencanaan strategis formalnya tidak berkembang sebaik
perusahaan manufaktur. Organisasi profesional tidak memiliki kebutuhan yang
besar akan sistem semacam itu.
4. Pengendalian operasi. Membutuhkan banyak
perhatian yang harus dicurahkan pada penjadwalan waktu profesional.
Pengendalian hanya difokuskan pada proyek saja.
5. Pengukuran dan penilaian kinerja. Anggaran
dapat digunakan sebagai dasar untuk mengukur kinerja biaya dan waktu akrual
yang digunakan dapat dibandingkan dengan waktu yang direncanakan.
3. Organisasi Jasa Keuangan
Karakteristik khususnya adalah :
1.
Aktiva
moneter. Kebanyakan aktiva dari perusahaan jasa keuangan bersifat moneter.
Nilai sekarang dari aktiva moneter adalah jauh lebih mudah untuk diukur
dibandingkan dengan nilai pabrik dan aktiva fisik lainnya, atau paten dan
aktiva tidak berwujud lainnya.
2.
Jangka
waktu transaksi. Pengendalian memerlukan pengawasan yang berkalnjutan atas
kelayakan dari transaksi selama jangka waktu hidupnya, termasuk audit periodik
atas semua pinjaman yang beredar.
3. Imbalan dan risiko. Banyak perusahaan jasa
keuangan bergerak dalam bisnis yang menerima risiko sebagai ganti atas imbalan
yang diperoleh.
4. Teknologi. Perusahaan jasa keuangan telah
menggunakan teknologi informasi sebagai suatu cara untuk menawarkan layanan
yang inovatif.
2.
Organisasi
Perawatan Kesehatan
Karakteristik khususnya adalah :
1.
Masalah
sosial yang sulit. Sistem pemberian pelayanan kesehatan sekarang tidak berjalan
secara memadai.
2.
Perubahan
dalam bauran penyedia layanan. Dalam kenaikan keseluruhan dari biaya layanan
kesehatan, perubahan yang signifikan telah terjadi dalam cara dimana pelayanan
kesehatan diberikan dan, akibatnya, dalam kelayakan jenis tertentu dari
penyedia layanan.
3. Pembayar pihak ketiga. Semakin banyak
organisasi pemeliharaan kesehatan yang menyediakan layanan medis kepada
karyawan.
4. Profesional. Para manajer departemental
biasanya adalah profesional yang fungsi manajemennya hanya bersifat paruh
waktu.
5. Pentingnya pengendalian kualitas. Industri
layanan kesehatan berurusan dengan nyawa manusia, jadi kuaalitas layanan yang
diberikannya merupakan hal yang paling penting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar