Bab
11
Pengendalian
strategi diferensiasi
MEMAHAMI STRATEGI
Sistem pengendalian manajemen merupakan alat untuk
mengimplementasikan strategi. Tiap organisasi memiliki strategi yang
berbeda-beda, dan pengendalian harus disesuaikan dengan syarat strategi spesifik.
Strategi yang berbeda memerlukan prioritas tugas berbeda, factor penentu
keberhasilan berbeda, dan keterampilan, perspektif, dan perilaku yang berbeda
pula. Oleh karena itu, yang seharusnya diperhatikan dalam desain sistem
pengendalian adalah apakah perilaku yang didorong oleh sistem tersebut
merupakan perilaku yang diperlukan oleh suatu strategi.
Strategi adalah rencana-rencana untuk mencapai tujuan
organisasi. Untuk mengimplementasikan strategi tersebut diperlukan suatu alat
yaitu Sistem Pengendalian Manajemen. Tiap organisasi memiliki strategi dan
pengendalian yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Strategi mendeskripsikan arah umum yang akan dituju suatu organisasi untuk
mencapai tujuannya..
- Tujuan
Meski kita
sering mengacu pada apa yang disebut sebagai tujuan-tujuan perusahaan, suatu
perusahaan tidak punya tujuan; pada hakikatnya perusahaan adalah artifisial
yang tidak memiliki pikiran maupun kemampuan mengambil keputusan sendiri.
Tujuan perusahaan ditentukan oleh pemimpin manajemen puncak (chief executif officer – CEO) perusahaan
yang bersangkutan, dengan mempertimbangkan nasihat yang diberikan oleh para
manajer senior lainnya, dan biasanya kemudian diratifikasi oleh dewan direksi.
Tujuan “perusahaan” bisa berupa :
- Profitabilitas
Profitabilitas (ROI) terdiri atas presentase
profit margin dan investment turnover. Profitabilitas lebih
mengacu pada profit jangka panjang daripada suatu periode dalam satu tahun
(current quarter ), sebab beberapa pengeluaran saat ini bisa jadi menurunkan
profit saat ini, tapi dapat meningkatkan profit dalam jangka panjang. Contohnya
adalah jumlah yang dikeluarkan untuk iklan atau R&D. Dalam konteks praktis,
profitability yang dimaksud bisa berupa pendapatan (revenue), jumlah laba
maupun presentase laba.
- Memaksimalkan nilai pemegang saham
Pada tahun 1980-an & 1990-an, istilah “nilai
pemegang saham” (shateholder value) sering muncul dalam literatur bisnis.
Konsepnya adalah tujuan yang semestinya bagi sebuah perusahaan yang mencari
laba adalah memaksimalkan nilai pemegang saham. Meskipun arti istilah itu
sendiri tidaklah terlalu jelas, mungkin hal tersebut mengacu pada harga pasar
saham perusahaan. Akan tetapi, diyakini bahwa mencapai tingkat laba yang
memuaskan adalah cara yang lebih baik dalam menetapkan tujuan perusahaan.
Ada 2 alasan untuk itu, yaitu :
Ø Pertama, istilah “memaksimalkan”
menyiratkan bahwa selalu ada cara untuk mendapatkan jumlah maksimum yang dapat
dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Bukan ini yang terjadi. Dalam memilih
antara 2 macam tindakan, pihak manajemen biasanya memilih sesuatu yang diyakini
dapat meningkatkan profitabilitas setinggi mungkin. Akan tetapi, sangat jarang,
sekalipun ada, manajemen yang mengidentifikasi seluruh alternatif yang ada
maupun efek-efeknya terhadap profitabilitas.
Ø Kedua, meskipun upaya mengoptimalkan
nilai pemegang saham mungkin menjadi tujuan utama, namun ini bukan berarti
merupakan satu-satunya tujuan bagi banyak organisasi. Tentu saja, jika sebuah
perusahaan tidak bisa menghasilkan laba setidaknya setara dengan biaya
modalnya, dan kecuali perusahaan mampu melakukan hal tersebut ia tidak bisa
dituntut untuk melakukan tanggung jawab yang lain.
- Risiko
Upaya sebuah organisasi perusahaan untuk
meningkatkan profitabilitas sangat dipengaruhi oleh kemauan pihak manajemen
untuk mengambil risiko. Tingkat pengambilan risiko sangat bervariasi,
tergantung pada kepribadian atas masing-masing individu di jajaran manajemen.
Akan tetapi, selalu ada batas atas ; sejumlah organisasi perusahaan secara
terang-terangan menyatakan bahwa tanggung jawab utama manajemen adalah menjaga
asset-aset perusahaan, sedangkan profitabilitas menjai tujuan kedua. Sebagian
besar krisis keuangan yang terjadi di Asia selama tahun 1996 - 1998 bisa
dilacak dari fakta bahwa bank-bank di Asia telah memberikan pinjaman yang
kelihatannya sangat menguntungkan tanpa memperhatikan tingkat risiko yang
dihadapi.
- Pendekatan multiple stakeholder
Organisasi-organisasi terlibat dalam
3 jenis pasar : pasar modal (capital market), pasar produk (product
market) dan pasar faktor (factor market). Sebuah perusahaan mencari dana
melalui pasar modal (capital market), di mana para pemegang saham publik
merupakan konstituennya yang sangat penting. Perusahaan menjual barang &
jasa di pasar produk (product market), di mana para konsumenlah yang
menjadi konstituennya. Sementara perusahaan berkompetisi untuk memperoleh
sumber daya seperti sumber daya manusia & bahan-bahan mentah di pasar
factor (factor market ), di mana yang menjadi konstituenutamanya adalah
pegawai perusahaan & para pemasok serta berbagai komunitas yang menyediakan
sumber daya & menjadi tempat beroperasinya perusahaan. Sesuai dengan
apa yang diperoleh dari 3 pasar tersebut, organisasi memiliki tanggung jawab
terhadap para pemangku kepentingan tersebut, yaitu : para pemegang saham,
konsumen, para pegawai, para pemasok, & masyarakat. Idealnya, sistem
pengendalian manajemennya harus mengidentifikasi tujuan-tujuan dari setiap
kelompok ini & mengembangkan sistem penilaian (scorecard) untuk mengawasi /
menilai kinerjanya.
- Konsep
Strategi
Walaupun definisi berbeda satu sama lain, ada
kesepakatan umum bahwa strategi mendeskripsikan arah umum yang akan dituju
suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Setiap organisasi yang dikelola
dengan baik memiliki 1 strategi / lebih, walaupun mungkin tidak dinyatakan
secara eksplisit. Selebihnya dari bab ini membahas jenis-jenis umum
strategi yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya. Perusahaan
mengembangkan strateginya dengan mencocokkan kompetensi intinya dengan peluang
industri.
Strategi dapat ditemukan pada dua tingkatan: (1) strategi untuk organisasi
keseluruhan, dan (2) strategi untuk unit bisnis dalam organisasi. Sekitar 85%
perusahaan industry Fortune 500 di AS memiliki lebih dari satu unit
bisnis dan sebagai akibatnya merumuskan strategi pada kedua tingkatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar